Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Tanpa "TAPI"

Dear, diriku. Ini adalah sebuah surat dari aku, untuk diriku.  Diriku, bagaimana perasaan kamu saat ini? Kuharap, kita baik-baik saja — meski aku pernah membencimu. Kita sudah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama, dari kita dilahirkan sampai saat ini. Sudah banyak kejadian besar yang kita lalui dengan baik. Tapi, banyak pula yang kupikir kejadian tersebut adalah suatu peristiwa buruk.  Peristiwa "buruk" itu pun sangat beragam. Mulai dari hal besar seperti gagal masuk sekolah yang kuimpikan. Hingga hal sekecil kita tidak makan es krim untuk merayakan sesuatu setelah kita berjanji melakukannya. Apapun itu, aku benci padamu saat itu.  Sebagai pikiranmu, izinkan aku untuk mengawali surat ini dengan mengucapkan maaf. Kesalahanku pada Diriku Dahulu, aku pernah terlalu keras padamu. Aku hanya mengutamakan logika dan teori-teori yang menurut mayoritas orang benar. Kita selalu belajar. Baik di sekolah, tempat les, maupun dunia maya. Kita selalu berpatok bahwa akulah yang pal...